Partisipasi Perempuan di Pemilu 2014

Perempuan mendapat ruang yang besar dalam UU No 2 tahun 2008 tentang Partai Politik. Walau demikian, di pemilu dengan kebijakan affirmative action, 30% keterwakilan perempuan di lembaga DPR masih belum terwujud.

Ekspektasi penggiat isu-isu perempuan, partisipasi kaum perempuan di bidang politik, khususnya di legislatif diharapkan akan memberikan keseimbangan dan mewarnai perumusan (baca keputusan) mengenai peraturan perundang-undangan, penganggaran, dan pengawasan yang berperspektif gender. Keterlibatan perempuan secara penuh pun akan mencerminkan implementasi demokratisasi.

Hasil terbesar diraih pada pemilu 2009 yang menghasilkan angka 18 persen dari total 560 anggota legislatif. Ini pun atas sokongan dan dukungan berbagai pihak, termasuk gerakan perempuan yang tidak pernah berhenti. Sayangnya banyak pihak menduga terjadi tren yang inkonsistensi pada keterpilihan perempuan. Semakin ke tingkat lokal, keterpilihan anggota legislatif semakin banyak didominasi laki-laki(?)

Kita berharap agar di Pemilihan Umum mendatang selain berjalan demokratis dan elegan, lebih berkualitas, baik prosedural maupun substansial. Posisi dan peran perempuan kader partai politik yang menjadi calon legislatif, sejatinya menjadi pelopor demokrasi yang akan menciptakan iklim politik yang sehat dan ramah. Untuk itu, dibutuhkan sebuah strategi kampanye kaum perempuan yang perlu dikemas lebih humanis, dan menarik.

Sesungguhnya secara de jure tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam pemilu. Tetapi de facto-nya, perbedaan itu menukik tajam. Sudah berkali-kali pesta itu dilakukan, namun kesenjangan masih berlangsung di pemilu. Dan perempuan selalu disimpang sejarah.

Data dan Fakta di Sulbar

Pada Pilgub Sulawesi Barat tahun 2006 jumlah pemilih Perempuan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 330.091, sedang Laki-laki 325.504. Fakta yang menarik jumlah perempuan yang menggunakan Hak Pilih di tahun 2006 lebih banyak yakni, 246.998, sementara Laki-laki 242.252. Perempuan yang tidak Memilih 83.073, dan Laki-laki sebanyak 83.272. Persentase partisipasi 74, 62 persen.

Tahun 2009 saat Pemilu digelar, tingkat partisipasi Perempuan di Sulbar 293.851 dari total pemilih perempuan di DPT 376.414. Di tahun itu, jumlah pemilih Laki-laki di DPT sebanyak 376.688 jiwa. Dengan partisipasi 290.328 orang. Jumlah pemilih yang tidak menggunakan Hak Pilihnya, Laki-laki 86.360 dan Perempuan 82.563. Total partisipasi 77,57 persen.

Sementara di Pilpres 2009 jumlah DPT di Sulbar, sebanyak 753.102. Laki-laki sebanyak 393.414, Perempuan 393.142. Yang menggunakan Hak Pilih 595.060 dengan rincian Laki-laki 295.890, sedang Perempuan 299.170. Jumlah yang tidak menggunakan Hak Pilihnya 191.496 jiwa. Persentase pemilih 75,65 persen.

Data Pilgub tahun 2011 jumlah pemilih di DPT meningkat menjadi 819.848, dengan uraian Laki-laki 410.666, dan Perempuan 409.182. Angka pemilih yang datang ke TPS sebanyak 612.087, lalu yang tidak menggunakan hak suara satu-satunya itu cukup signifikan, 207.761. Tingkat partisipasi 74, 65 persen.

Dengan estimasi DPT 885.063 untuk Pemilu 2014 (data per 26 September 2013), dengan rincian Laki-laki 443.911, dan Perempuan 441.152, apa yang bisa bayangkan untuk tingkat partisipasinya di 9 April 2014 nanti? Yang jelas KPU Provinsi Sulawesi Barat menargetkan pencapaian minimal 75 persen warga akan menggunakan Hak Pilihnya. Untuk menggerakkan hal itu penyelenggara pemilu terus bekerja, dan menggunakan semua potensi yang dimiliki.

Sebagai pembanding, pada Pemilu 1999 secara nasional sebagai pemilu pertama seusai reformasi partisipasi masyarakat mencapai angka 93%. Lalu melandai pada Pemilu 2004 menjadi 84%, dan Pemilu 2009 menurun lagi menjadi 71%. Fenomena penurunan partisipasi masyarakat dalam pemilu, antara lain karena anjloknya kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu juga partai politik.

Sesungguhnya, kualitas pemilu dapat ditandai tingginya angka partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya. Kaum perempuan memiliki peran yang menentukan untuk mendongkrak angka partisipasi tersebut. Jumlah calon legislatif perempuan yang meningkat untuk Pemilu 2014, diyakini akan memicu partisipasi secara lebih baik, sepanjang kiprah politik itu dapat dimanfaatkan secara optimal.

Realitas keterlibatan perempuan yang rendah selama ini di bidang politik, disebabkan beberapa faktor, seperti budaya patriarchy yang hanya menempatkan perempuan berperan di sektor domestik, sementara sektor publik, termasuk politik seolah-olah domain utama kaum laki-laki. Ketidakadilan seperti ini, merentang garis pemisah bagi perempuan untuk terjun ke politik. Tetapi tidak ada kata terlambat, toh di setiap kesuksesan dan kebesaran Laki-laki selalu ada peran penting Perempuan.

Menurut Nahiyah J. Faraz, dosen Fakultas Ekonomi UNY, hambatan partisipasi perempuan dalam berpolitik di antaranya: hambatan ideologi dan psikologi (stereotype, partriarkhi, bias gender), hambatan sebagai sumber daya manusia (politik maskulin, pendidikan rendah, minimnya akses), hambatan kelembagaan dan struktural, dan hambatan dana. (www.koalisiperempuan.or.id)

Mencari Perempuan untuk Parlemen

Dari data yang dihimpun Koalisi Perempuan menyebutkan, jumlah Caleg Perempuan DPR RI untuk Pemilu 2014 sebanyak 2.467 orang, sementara jumlah Laki-lakinya sebanyak 4.152, atau total 6.619 caleg yang akan memperebutkan kursi DPR RI. Sulbar pada Pemilu 2014 hanya mencatat 13 Perempuan yang akan bertarung dengan kontestan laki-laki sebanyak 23 orang untuk merebut 3 kursi panas tersebut. Diperebutan 4 (empat) kursi DPD, bersaing 3 (tiga) Perempuan yang akan berjibaku dengan 22 Laki-laki.

Bagi perempuan yang terjun ke politik saat ini momentum Pemilu 2014 harus menjadi peluang untuk membuktikan eksistensi kaum perempuan di bidang politik. Jika seorang perempuan ingin berkiprah di politik, dan ingin dikenal publik, dia wajib bekerja keras seperti halnya Laki-laki. Lagi pula perempuan memiliki banyak aspek yang tidak dimiliki lawan jenisnya untuk mendulang empati pemilih. (#)

Mamuju, 25 November 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s