e-koranmandar.com; Koran Lokal Visi Digital

28 Oktober 2011 di Holiday Batam, kepada kolega saya di KPID Sulbar, Farhanudddin saya bisikkan bahwa media lokal ini yang Kami rintis setahun lalu, akan mengembangkan sistem informasi berbasis data. Sebuah media digital. Ide itu berawal dari kesadaran bahwa kelak banyak orang akan beralih kepada 10 jemarinya, untuk mencari dan membaca berita dengan tempo secepat-cepatnya.

Hari itu Kami tengah mengikuti
Workshop dengan tema “Menyongsong Era Penyiaran TV Digital Terestrial di Indonesia” yang menghadirkan para komisioner se-Indonesia. Paparan pemateri yang juga direktur pengembangan sebuah televisi swasta berbasis di Jakarta itu menyuguhkan semangat yang meletup-letup bahwa meski menjunjung semangat lokalitas, padanan kata digital akan terasa serasi bagi KM di kemudian hari.

Asal tahu saja, sistem analog saat ini akan digeser sistem digital yang dimulai dari televisi, radio, dan surat kabar. Etapenya akan berlaku 3 atau 5 tahun ke depan. Bila dahulu kita familiar dengan radio atau televisi dengan perangkat elektronya, kelak radio dan televisi akan berubah karena urgensi digitalisasi. Semangat itu yang bersarung di KM.

Sebuah pencapaian kreatifitas melalui koran digital dari perangkat elektronik ini, menjadi diskusi paling menyita waktu Kami di Koran Mandar sejak Desember 2012. Mungkinkah menghadirkan bacaan yang merespon era digital secepat ini? Tapi kerangka pikirnya bertitik tekan pada visi agar KM bisa dijangkau siapapun di muka bumi ini. Sebab koran berkonten daerah yang mengusung tagline 100% lokal ini mesti dibaca keluarga besarnya dimanapun.

Lalu e-koranmandar.com pun bermetamorfosis dari www sebelumnya, koranmandar.com. Sambil menanti usia setahunnya tanggal 14 Februari 2012, sejak 19 Januari lalu (lihat boks redaksi edisi 27) KM digital efektif mulai bisa dibaca secara apa adanya. Tidak kurang terjadi lima kali perubahan perwajahan. Tak mudah menghadirkan kebaruan gaya semacam ini. Penulis juga menyerap beberapa masukan pembaca KM di Mamuju hingga Polewali untuk efektifitas sebuah media lokal yang hendak menampilkan edisi cetak secara digital. Sebuah radio publik di Mamuju bahkan menggegasi KM dua pekan lalu.

Manajer IT KM, Wahyudi Muslimin, yang menjadi gawang perubahan website terus berbenah. KM memercayainya sebab sejauh ini di Sulbar, jarang menemukan talenta bidang IT semacamnya. Maklum, di Jogyakarta ia memang kuliah bertahun-tahun untuk bidang grafis dan multimedia. Tentu akan ada lagi lompatan gagasan beberapa tombak untuk pewarnaan desain teknologi berbasis internet di Sulawesi Barat. Sebab batas antara kegilaan ide dan kecerdasan hanya selalu mengerucut pada kesuksesan yang ditatih dari ketulusan ideologis, bukan pragmatisme.

Ibarat sedang menikmati bubur panas, KM akan melatih daya tahannya secara entrifugal. Dari hal-hal yang selama ini dianggap renik, hingga menjadi sesuatu yang mampu memicu kepanikan pasar. Betapa indahnya iklim jurnalistik di Tanah Mandar ketika sebuah media lokal, dengan tagline 100% berita lokal, mampu menenteng kreatifitas anak-anak mudanya sebagai sesuatu yang banget.
Untuk itu, bergabunglah ke ruang baca KM, dengan 10 jemari Anda. Seperti makna harfiah yang diusung era digitalisasi. Sebab itu Kami bangga menyebut www.e-koranmandar.com sebagai Koran Digital pertama di Tanah Malaqbiq ini; Mandar Sulawesi Barat. (.)

Mamuju, 5 Februari 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s