Pemilu Iblis

Semakin banyak orang yang disesatkan itu lebih terhormat. Atau ditelikung ke jalur yang batil, hingga manusia kehilangan hakikat kemanusiaannya, akan menunjukkan Anda pantas menjadi wakil rakyat di dunia iblis. Itu adalah kutipan yang diterakan ke masyarakat iblis oleh panitia penyelenggara Pemilu Iblis tahun ini.
Selebaran berupa pamflet, dan baliho yang mengumumkan syarat itu dibaca para iblis yang mulai beranjak dewasa dengan daya simak sungguh-sungguh. Di dunia iblis juga berlaku aturan yang selama bertahun-tahun sangat dipatuhi oleh rakyat iblis secara membabi-buta. Ruang-ruang publik iblis dipenuhi pengumuman semacam itu.
“Suara ditentukan seberapa banyak manusia yang disesatkan, konvensi ini berlaku sejak dahulu, sampai waktu yang tidak bisa kita tentukan,” kata ketua panitia penyelenggara pemilu iblis – semacam KPU yang ada di dimensi atau dunia manusia. Suaranya sok berwibawa menggelegar di depan pemburu berita dari negeri-negeri iblis yang jauh.
Konferensi pers yang digelar di depan kantornya pun bubar. Seluruh kuli berita lalu berterbangan dalam sekejap mengejar deadline di redaksi masing-masing. Besok tentu akan muncul beragam tajuk headline meski dari sumber berita yang sama.
Sejak iblis diciptakan demokrasi ala dimensi lain itu telah dimulai. Pemilihan wakil rakyat di parlemen iblis selalu digelar mengikuti regulasi yang berlaku setiap negeri, secara periodik laiknya pemilu reguler, meski tak menghabiskan anggaran selangit.
“Tugas kita hanyalah mengasah trik rayuan dan godaan yang menjadi kesumat untuk menggelincirkan anak cucu Adam. Tak perlu kos politik berupa uang berlimpah yang mesti dihamburkan ke pemilih. Contrenglah setiap hati anak manusia untuk kalian lemparkan ke dalam labirin jahannam,” koar salah satu sumber yang merupakan ketua dewan pimpinan partai politik di negeri iblis ketika menggelar diskusi bersama.
“Tapi manusia sekarang telah makin pandai bos!” Elak seorang anggota tim suksesnya. Kader iblis yang kelihatannya baru belajar mengenakan jas parpol.
“Kamu tidak perlu kuatir atau masam begitu, sepanjang mereka tidak mengganti hati mereka, manusia-manusia itu tetaplah seperti manusia yang pernah ada. Bisikkan ke hatinya seluruh hal terindah agar nalarnya segera mengapung di tempat lain, hahaha,” katanya lagi.
“Hei, menghadapi manusia kalian tidak perlu banyak berpikir. Cukup dengan janji-janji manis mereka pasti keok, centang saja hati mereka dari arah mana saja kalian suka,” umbarnya di salah satu kafe yang cukup ramai di tengah kota.
Para iblis yang lebih muda usia, atau iblis yang telah cukup senior di forum itu manggut-manggut bangga. Mereka memang begitu percaya setiap ultimatum sang ketua, sebab di layar kaca di dunia manusia atau di halaman-halaman surat bertiras puluhan ribu atau sejuta ekslempar setiap hari, begitu banyak tokoh nyata yang telah dijerumuskan ke lembah hitam.
Kini, ketika lembaga pemberantasan korupsi di dunia manusia makin gencar memburu koruptor, hingga ke lubang-lubang semut sekalipun, para iblis yang sepantaran dengan kualitas manusia yang dipelintirnya juga makin sibuk. Iblis makin ramai menggelar seminar dan simposium bagaimana melempangkan jalan agar manusia tetap dapat diperdayai.
“Kalian lihat di televisi kemarin? Orang yang baru saja ditangkap basah di lift sebuah pusat perbelanjaan itu adalah hasil kerja keras saya. Setiap hari saya tak pernah bosan meniupkan bisikan bagaimana enaknya bila ia menjadi pergunjingan orang, karena kekayaan dan prestise yang dia miliki,” umbarnya mantap dengan pilihan kata yang sengaja diformat dengan aksen atau logat khas para iblis.
***
Hari H Pemilu Iblis, kabarnya juga akan digelar tanggal 9 April mendatang. Tapi waktunya lebih cepat, sejak pukul 00.00 sampai setiap manusia yang yang menjadi pemilih pemilu mencontrengkan nama partai politik atau calon legislatifnya.
Waktu yang demikian panjang itu diputuskan sebab setiap iblis atau perayu maut itu harus memiliki kesempatan lebih lama untuk terus menjaga hati manusia, yang memang kerap berubah-ubah. Iblis sesungguhnya amat menyukai manusia yang tidak memiliki pendirian tetap, alias mudah diombang-ambingkan. Sangat empuk dan garing, seru beberapa iblis suatu ketika.
Pemilu Iblis yang digelar berdasar konstitusi untuk lebih meramaikan neraka jahannam itu, tak cukup sebulan lagi digelar. Di alam nyata, ribuan baliho dan alat peraga untuk meraih dukungan pemilih di pasang di mana-mana. Namun di negeri iblis, baliho dan beragam rupa alat sosialisasi itu ada di hati dan pikiran manusia yang tak memiliki benteng dari godaan dan politik busuk iblis.
Maka biaya politik di negeri iblis hampir tak ada. Komisi yang menangani pemilunya pun tidak mengeluarkan surat keputusan yang mewajibkan mereka untuk menyetor daftar kekayaan ataupun rekening kampanye.
“Inilah pemilu paling murah, sebab biaya kampanye dan serangan fajar yang dibutuhkan dibiayai langsung oleh para caleg atau pun para pemilih yang buta hati itu. Semakin banyak uang haram yang dipakai untuk mengongkosi kampanye semakin besar pula ongkos politik kami,” demikian sebuah wawancara imajiner dengan caleg iblis kepada seorang jurnalis kawakan yang bisa menembus dimensi waktu penggoda sepanjang hayat itu.
Hasil wawancara sangat eksklusif itu saat diturunkan koran harian di kota ini kemudian menggegerkan jagat. Wartawan yang mendapat kesempatan memasuki dimensi iblis untuk rubrik khusus di media tempatnya bekerja, kontan mendapat undangan dari sejumlah stasiun televisi untuk menularkan hasil pertemuan langsungnya dengan punggawa parpol iblis. Siaran langsungnya membuat banyak orang ternganga.
Para caleg yang selama ini mengumbar segala macam hal untuk meraih sudut paling lancip di hati manusia, mulai malu-malu. Bocoran dari calon legislatif untuk parlemen iblis itu benar-benar memerkosa pikiran yang terkorupsi kebejatan selama ini. Diam-diam mereka mulai melipat rapi kepongahan dan ambisi untuk melenggang ke parlemen.
***
“Ini sebenarnya off the record, tapi terserah anda saja apakah ingin membeberkannya ke publik atau tidak. Di negeri iblis tak istilah semacam itu, soalnya kami lebih jujur dan transparan, sebab apa pula yang mesti kami sembunyikan di antara kami,” pesan caleg bermata besar dengan warna kulit kemerahan akibat hangus, dengan selaksa pori-pori tempatnya menyimpan nama-nama manusia yang pernah dihempaskan secara nista.
Perdebatan panjang yang setiap hari mengalungi kehidupan manusia adalah kampanye terbuka bagi iblis. Semakin banyak yang dilukai dalam diskusi yang konyol, atau kian banyak orang yang sakit akibat analisis politik tak tentu dasar justru makin menggelembungkan perolehan suara bagi iblis. Setiap kali ada manusia yang mengalami cedera akibat pertikaian bertambahlah pundi-pundi suara bagi sang iblis.
Hari ini, seluruh jajaran pengurus atau fungsionaris partai politik iblis merapatkan barisan. Hari H yang kian dekat memaksa mereka untuk semakin menajamkan fungsi-fungsi indra mereka dalam membaui setiap keinginan manusia. Udara dan aliran darah di setiap nadi manusia adalah jalan pintas yang paling memudahkan iblis memasuki lorong hati.
Sekelebat saja hati manusia serong ke hal-hal yang beraroma buruk, maka segera saja iblis meremas sukma mereka untuk terus menerus menggoda dan merayu, hingga manusia takluk. Lalu bersoraklah para iblis.
“Kita tidak boleh main-main, sebab perolehan kursi di parlemen nanti akan menentukan siapa yang akan kita usung untuk menjadi calon presiden di tengah kita,” papar seorang fungsionaris parpol iblis dengan pin wakil rakyat yang terbuat dari emas merah kepada serombongan iblis yang lebih junior.
(*) Balanipa, 11 Maret 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s